foto

Bupati Bandung Dadang Supriatna Saat menandatangani Berita Acara Pemusnahan Barang Bukti (Foto : Arif)

Mediakasasi.com, Kab Bandung--  Dalam upaya dan langkah memerangi penyakit masyarakat (pekat) dan menciptakan wilayah Kab Bandung zero minuman beralkohol, satpol PP Kab Bandung rutin operasi razia pekat seminggu tiga kali, hasilnya pemusnahan 5002 minuman beralkohol, 4.417 liter minuman tradisional tuak, dan obat-obatan keras terbatas (daftar G) 8692 butir, di halaman kantor Satpol PP Soreang, Selasa (24/8/2021).

Bupati Bandung Dadang Supriatna apresiasi langkah dan upaya Kasatpol PP dan jajaran bersama TNI/Polri memerangi penyakit masyarakat, mencegah dan meminimalisir dampak penyebaran minol, miras dan obat-obatan terlarang di wilayah Kab Bandung

"Pemusnahan barang bukti minol, miras, obat-obatan terlarang ini untuk periode Januari-Juli 2021," tutur Bupati.

Lebih lanjut Bupati tegaskan di regulasi perda terbaru, pelaku tindak kriminal (penjual, pedagang, penampung, pengedar) minol, miras dan obat-obatan terlarang dapat dikenakan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring), di sampaikan ke kejaksaan dan pengadilan untuk diputuskan.

Ditambahkan Kepala Satpol PP Kab Bandung Kawaludin, total pemusnahan barang bukti hasil operasi Januari-Juli 2021 untuk minol 6.002 botol (5.002 botol + 1.000 botol saat hari Bhayangkara), 4.417 liter minuman tuak, obat-obatan terlarang 8692 butir.

"Untuk pemusnahan barang bukti dijadwalkan dua kali dalam setahun. Sekarang dalam proses pengumpulan barang bukti baru  lewat operasi rutin," pungkas Kawaludin.

Giat ini dihadiri oleh seluruh unsur forkopimda, Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas, Kepala Badan dan tamu undangan lainnya. (Arif)