Ragam
TMMD Ke 127 Bidik Ekonomi Masyarakat Desa Dengan Betonisasi
- Rabu, 11 Februari 2026 | 07:53 WIB
| Minggu, 25 September 2022 | 09:02 WIB

Ustadz Jeje (kiri) dan Kang Atif (kanan). (Foto : Arif)
Mediakasasi.com, Kab. Bandung--
Pertarungan calon ketua umum Persis periode 2022-2027, nampaknya semakin mengkerucut kepada dua sosok yaitu Prof.KH.Atif Latiful hayat,SH,LLM atau saya sering memangilnya kang Atif serta KH.Dr.Jeje Zaenuddin,M.Ag, atau saya sering memanggilnya ustadz Jeje.
Saya mengenal baik kedua tokoh Persis ini, perkenalan saya dengan Kang Atif dimulai sejak tahun 90’an saat beliau menjabat sebagai Ketua Umum PP Pemuda Persis Periode 1995-2000, saat itu saya sebagai Ketua PD pemuda Persis, sehingga beliau adalah imam saya saat itu.
Kesan pertama yang saya lihat, beliau seorang kader muda Persis yang cerdas dan kritis. Kebersamaan saya berlanjut saat saya belajar di Australia, sekalipun intensitas pertemuan kita tidak sering karena kesibukan masing-masing,tetapi saya menyaksikan keberadaan beliau begitu ditokohkan dan “diustadzkan”, di kalangan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di sana, sebagai guru besar Ilmu Hukum Internasional beliau sangat pakar dalam ilmu hukum,terutama hukum internasional pergaulan kang atif bukan saja local atau nasional,akan tetapi sudah berskala Internasional.
Kang atif menurut saya adalah Intelektual Ulama karena beliau seorang Guru besar sebuah Universitas Negeri ternama di bandung,di sisi lain ilmu agamanya pun tidak perlu disangsikan,beliau sering diundang baik sebagai dai maupun sebagai Nara sumber dalam kajian-kajian agama baik internal jamiyyah Persis maupun kalangan umum.
Sementara perkenalan saya dengan ustadz jeje tidaklah selama dengan Kang Atif, saya mengenal atau lebih tepatnya tahu nama beliau Ketika beliau menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Persis, baru saya mengenal lebih jauh setelah beliau berada di tasykil PP Persis, dalam pandangan saya ustadz jeje adalah seorang dai dan ulama muda yang sarat dengan ilmu agama serta pengalaman dalam berorganisasi, pergaulannya pun sudah berskala Internasional, akan tetapi di tengah kehebatannya ustadz jeje tetap tawadhu,santun serta low profile.
Ustadz jeje menurut saya adalah Ulama Intelektual,ini terbukti dengan ditunjuknya beliau menjadi salah satu anggota Dewan Hisbah PP Persis,tentu saja karena kedalaman dan keluasan ilmu agamanya,akan tetapi beliaupun seorang intelektual, ini terbukti d dengan gelar Doktor Ilmu Hukum islam yang beliau raih serta jabatan sebagai ketua STAIPI Jakarta disamping tulisan-tulisan beliau serta buku-buku yang dikarangnya.
Oleh karena itu saya menganggap keduanya sebagai panutan saya, kang Atif adalah senior dan mentor saya dalam berorganisasi, sementara ustadz jeje,sekalipun usia beliau lebih muda dari saya,akan tetapi karena keluasan ilmunya saya menganggap beliau sebagai guru saya.
Pada saat nama keduanya mencuat, bagi saya tidaklah aneh, Ketika saya harus memilih salah satu diantara keduanya, bukanlah keputusan yang mudah bagi saya. karena keduanya memiliki kapasitas dan kapabilitas yang sudah sangat memadai untuk memimpin Jamiyyah Persis lima tahun ke depan.
Kalaulah aturan membolehkan (tentu saja tidak boleh) biarlah keduanya menjabat sebagi ketua umum. saya yakin keduanya memilki niat yang sama,yaitu untuk memajukan jamiyyah.
Pada akhirnya, ketika Allah mentaqdirkan salah satu yang terpilih sebagai ketua Umum PP Persis, kang Atif kah atau ustadz jeje kah,atau bahkan tidak mustahil ada sosok lain yang muncul dan terpilih.
Kita berharap terbangun sebuah kolaborasi dan kebersamaan diantara semua kader Persis, semua potensi jamiyyah harus terwadahi dan menyatu untuk maju Bersama, dan tidak ada istilah kalah atau menang, Wallahu A’lam.***
Oleh : Ibnu Masum
Editor : Aripudin
Bagikan melalui