foto

Haji Ali Nurdin tokoh andalan dibidang seni Pencak Silat diketahui mengalahkan pesaing terberatnya yakni Haji Tarya yang juga menjabat anggota DPRD dari Partai PKB ini secara telak

MEDIAKASASI | KAB BANDUNG-- Tokoh di Kabupaten Bandung juga aktif dibidang seni Pencak Silat yang akrab di panggil Mang Haji Ali Nurdin resmi menjadi Ketua DPD PPSI Kabupaten Bandung periode 2026 - 2031.

Haji Ali Nurdin tokoh andalan dibidang seni Pencak Silat diketahui mengalahkan pesaing terberatnya yakni Haji Tarya yang juga menjabat anggota DPRD dari Partai PKB ini secara telak.

Mang Haji Ali Nurdin terpilih menjadi Ketua DPD PPSI Kabupaten Bandung dengan perolehan suara 18, Deden dari Sinar Banten 7 suara dan Haji Tarya hanya memperoleh 6 suara dari total suara di 31 kecamatan.

Untuk diketahui kembali, pemilihan ketua DPD PPSI Kabupaten Bandung dimulai sekira pukul 08.00 WIB.

Acara dimulai dengan sambutan dari sejumlah pihak, yang memberi selamat atas berlangsungnya pemilihan DPD PPSI Kabupaten Bandung 2026-2031.

Kemudian, acara secara resmi dibuka oleh Bupati Bandung, DR. Dadang Supriatna juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Irvan Ahmad dan Plt Kadispora Dicky Anugrah.

Pengambilan suara Ketua DPD PPSI Kabupaten Bandung 2026-2031 sendiri dimulai setelah rangkaian pembukaan.

Berikut adalah beberapa perspektif mengenai pandangan “jangan campur adukkan seni dengan politik" !

Mang Haji Ali memberikan dua pandangan antara Seni dan Politik bahwa :

1. Pandangan bahwa Seni dan Politik Harus Dipisah (Seni untuk Seni)

• Fokus pada Keindahan: Pihak yang setuju pandangan ini berargumen bahwa seni seharusnya menjadi pelarian dari kerasnya realitas, bukan justru menambah beban pikiran dengan isu politik.

• Estetika Murni: Seni dinilai berdasarkan keindahan, komposisi, dan tekniknya, bukan dari pesan ideologis yang dibawanya.

• Menghindari Polarisasi: Campur tangan politik dapat membuat karya seni dinilai berdasarkan "kubu" politik, bukan kualitas karyanya.

2. Pandangan bahwa Seni dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan

• Seni sebagai Ekspresi Realitas: Banyak seniman berpendapat bahwa seni adalah refleksi dari masyarakat. Karena politik adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, seni secara alamiah akan menyerap unsur politik.

• Alat Kritik dan Perubahan Sosial: Sepanjang sejarah, seni digunakan untuk mengkritik penguasa, menyuarakan ketidakadilan, atau menggerakkan perubahan sosial (misalnya: lagu protes, mural, sastra perlawanan).

• Seni yang Politis: Bahkan ketika seni mencoba bersikap netral, keputusan untuk tidak membicarakan politik adalah tindakan politis itu sendiri.

Editor : Gindo

Bagikan melalui