Ragam
Mang Haji Ali Nurdin Menang Telak dari Anggota DPRD di Pemilihan Ketua DPD PPSI Kabupaten Bandung
- Minggu, 8 Februari 2026 | 12:08 WIB
| Kamis, 7 Juli 2022 | 18:30 WIB
Mediakasasi.com, Kab Bandung--
Dalam rangkaian megisi kegiatan Hari Ulang Tahun ke 20, PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Patuha, bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi pencegahan stunting, di GOR Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Kamis (7/7/2022).
General Manger PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Patuha 1, Ilen Kardani, menyebutkan bahwa ini merupakan rangkaian Ulang Tahun ke 20 Geo Dipa Energi tahun 2022.
Selain sosialisasi stunting, Geo Dipa juga menggelar sejumlah kegiatan, diantaranya penyaluran hewan kurban pada Iedul Adha yang telah menjadi rutinitas setiap tahun, sebagai bentuk berbagi dengan sesama.
"Dalam sosialisasi stunting ini kita undang warga sekitar Pasirjambu, khususnya ibu-ibu hamil, ibu-ibu yang memiliki balita, serta para kader posyandu, tujuannya untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan kasus stunting," kata Ilen Kardani, disela kegiatan.
Dengan sosialisasi ini, kata Ilen Kardani, diharapkan warga bisa belajar tentang stunting dan kewaspdaan agar terhindar dari kasus stunting.
"Harapannya kedepan tidak ada lagi warga di sini yang menderita stunting karena sangat bahaya bagi generasi kedepannya," ujar Ilen.
Selain sosialisasi stunting, tambah Ilen, dalam rangkaian kegiatan ulang tahun Geo Dipa juga ada sejumlah kegiatan sosial lainhya. Seperti kegiatan peringatan kemedekaan 17 Aguatus, kegiatan lingkungan bertema "malipir" masuk ke dalam hutan untuk memerhatikan kondisi di area sekitar hutan.
Selanjutnya HCF Manager Geo Dipa Unit 1 Rita Purwita menyebut bahwa dalam sosialisasi stunting ini, selain memberikan pembelajaran kepada warga tentang stunting, juga pihak Geo Dipa memberikan bantuan tambahan makanan atau nutrisi bagi ibu hamil dan Balita, serta bantuan Antropometri Kit yang dapat digunakan dalam kegiatan Posyandu.
"Masa depan negeri ini hanya bergantung pada anak-anak yang sekarang masih balita. Jadi negeri ini kedepannya bisa maju, bisa berkembang tergantung pada anak-anaknya. Karena itu kami turut membantu, peran serta mendukung program pemerintah dalam penumpasan stunting sehingga nanti tercipta generasi generasi muda yang lebih sehat," kata Rita.
Dalam hal kegiatan pemotongan hewan kurban, ujar Rita, pihaknya akan melakukan serah terima hewan kurban kepada sejumlah desa di Pacira.
"Insyaallah akan diserah terimakan besok, total hewannya satu ekor sapi dan 21 ekor kambing," tutur Rita.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Kamal Nurdin, mengatakan, kasus stunting di Kabupaten Bandung saat ini sudah mengalami penurunan. Dari semula sekitar 9,42, saat ini menurun menjadi 8,3. "Atau kalau dijumlahkan ada 18 ribuan kasus, karena jumlah bayi di Kabupaten Bandung cukup banyak mencapai 320.000 bayi," ungkap Kamal Nurdin.
Rangkaian acara sosialisasi ini, bertujuan sebagai pencegahan stunting agar masyarakat lebih paham sehingga bayinya terhindar dari stunting.
Kamal Nurdin menyampaikan harapannya, bahwa tahun 2025 harus bebas stunting sehingga ada hal-hal yang harus dilakukan diantaranya ibu ibu yang memiliki balita agar memperhatikan dan memberikankan asi sampai usia 6 bulan setelah enam bulan diperkenalkan makanan pendamping asi karena asi sudah tidak mencukupi setelah 2 tahun pemberian asinya selesai.
Dibagian akhir acara, Sekretaris Kecamatan Pasirjambu, Yoharman Syamsu, Amd,Par, S.Sos, M,Si, mengharapkan kegiatan sosialisasi ini dalam rangka mengatasi stunting secara bersama sama karena dalam masalah besar ini harus bersama sama harus kerjasama semua pihak bersama masyarakatnya, pihak desa dan kader posyandunya serta pihak swasta.
Yoharman mengucapkan Alhamdulillah saat ini ada dorongan dan dukungan dari Geo Dipa, kami sangat berterimakasih, tentu media juga harus berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa supaya masalah stunting ini segera teratasi, karena kadang orang tidak paham dalam mengatasi stunting dan nampaknya masyarakat haus akan ilmu pengetahuan.
Untuk diketahui, tambah Sekcam, Di Pasirjambu sendiri, menurut data saat ini tidak ada kasus balita penderita stunting.***
Editor : Aripudin
Bagikan melalui