foto

Wanita sedang menggunakan produk kosmetik untuk mempercantik wajahnya. (Foto: AFP)

Mediakasasi.com, Lebih dari separuh kosmetik yang dijual di Amerika Serikat (AS) dan Kanada kemungkinan mengandung senyawa industri beracun tingkat tinggi. Seperti dilaporkan AP, Rabu (16/6/2021), kosmetik tersebut bisa menyebabkan kondisi kesehatan yang serius, termasuk kanker dan penurunan berat badan.

Para peneliti di Universitas Notre Dame menguji lebih dari 230 kosmetik yang biasa digunakan. Mereka menemukan bahwa 56% alas bedak dan produk mata, 48% produk bibir dan 47% maskara mengandung fluor tingkat tinggi yakni indikator Per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS). 

Jadi PFAS kerap disebut "bahan kimia selamanya" yang digunakan dalam wajan antilengket, permadani, dan produk konsumen lainnya yang tak terhitung jumlahnya.

Menurut penelitian yang diterbitkan pada Selasa (15/6) di jurnal Environmental Science & Technology Letters, beberapa tingkat PFAS tertinggi ditemukan pada maskara tahan air (82%) dan lipstik tahan lama (62%).

Sejumlah 29 produk dengan konsentrasi fluor tinggi diuji lebih lanjut dan ditemukan mengandung antara empat hingga 13 bahan kimia PFAS spesifik. Hanya satu item yang mencantumkan PFAS sebagai bahan pada label.

Hasil studi diumumkan ketika sekelompok senator bipartisan memperkenalkan RUU untuk melarang penggunaan PFAS, atau zat perfluoroalkyl dan polifluoroalkil, dalam kosmetik dan produk kecantikan lainnya. 

Langkah untuk melarang PFAS datang ketika Kongres mempertimbangkan undang-undang yang luas untuk menetapkan standar air minum nasional bagi bahan kimia PFAS tertentu. Otoritas juga mewajibkan situs yang terkontaminasi di seluruh negeri, termasuk pangkalan militer di mana tingkat tinggi PFAS telah ditemukan.

"Tidak ada yang aman dan tidak ada yang baik tentang PFAS. Bahan kimia ini adalah ancaman yang tersembunyi di depan mata yang benar-benar ditampilkan orang di wajah mereka setiap hari."," kata Senator Richard Blumenthal, yang memperkenalkan RUU kosmetik dengan Senator Susan Collins.

Perwakilan Debbie Dingell, yang telah mensponsori beberapa RUU terkait PFAS di DPR, mengatakan dia telah mencari PFAS dalam riasan dan lipstiknya sendiri. Tetapi tidak dapat melihat apakah senyawa itu ada karena produk tersebut tidak diberi label dengan benar.

"Bagaimana saya tahu itu tidak memiliki PFAS? Bahan kimia ini adalah ancaman yang tersembunyi di depan mata yang benar-benar ditampilkan orang di wajah mereka setiap hari. Orang-orang diracuni setiap hari," tanyanya pada konferensi pers Selasa, mengacu pada riasan mata, alas bedak dan lipstik yang dikenakan.

Sumber: BeritaSatu.com

Bagikan melalui