Peristiwa
Kebakaran KMP Amarisa Berhasil Ditangani, Operasional Tetap Aman
- Selasa, 27 Januari 2026 | 18:02 WIB
| Selasa, 23 Agustus 2022 | 18:17 WIB

Diduga kedua perusahaan tersebut tidak melaksanakan kewajiban yang tidak terpenuhi atau kelalaian atau ingkar janji
Mediakasasi.com, BANDUNG-- Menggunakan jasa kontraktor menjadi pilihan yang paling efektif dan efisien untuk pengerjaan proyek baik dari pemerintah maupun swasta, karena layanan yang profesional, cekatan, dan rapi.
Namun tak sedikit pula kontraktor nakal yang bekerja serampangan dan membuat boros anggaran.
Terdapat ciri-ciri umum. Ciri lainnya tidak memiliki portofolio jelas dan kompeten, tidak memerhatikan keselamatan pekerja, dan progres terlambat dan tidak konsisten.
Fakta inilah yang menimpa ERDEA BERKAH MANDIRI yang beralamat komplek Buaran Regency Taman Malaka Selatan C 19 Duren Sawit-Jakarta dan PT ANALISA SILA KARYA beralamat By Pas KM 1 No 73 Kelurahan Gabu G Bancah Kecamatan MKS Kota Bukit tinggi-Padang yang tidak berprinsip dalam berbisnis harus mengedepankan prinsip jujur, amanah dan perilaku baik.
Diduga, kedua perusahaan tersebut memesan barang (PO) kepada SURYA TEKNIK di jalan Banyusari Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung tanpa ada pembayaran yang jelas.
Menurut pengakuan Suryatman dari Surya Teknis, pihaknya mendapat PO dari kedua perusahaan tersebut melalui saudara Tohir. Pesanan pertama sampai kedua, belum ada niat baik untuk membayar.
"Wanprestasi merupakan pelaksanaan kewajiban yang tidak terpenuhi atau kelalaian atau ingkar janji oleh seorang bernama Tohir," katanya.
Kedua perusahaan melalui perantara saudara Tohir telah melakukan hal yang dilarang pada surat perjanjian atau tidak melakukan hal-hal yang menjadi kesepakatan kedua belah pihak.
"Pelaksanaan prinsip ini dilakukan dari awal proses mendapatkan (PO) dan juga dalam masa pengerjaan hingga selesai," kata Suryatman kepada mediakasasi.com, Selasa (23/8/2022).
Dikatakannya, stigma buruk tentang perusahaan nakal bisa menurunkan tingkat kepercayaan konsumen dan kehadiran ERDEA BERKAH MANDIRI dan PT ANALISA SILA KARYA tidak profesional dan memahami seluk beluk pekerjaannya.
Sementara ditempat terpisah, Ketua Laskar Merah Putih Kabupaten Bandung, Asep Gempar mengatakan, akan mengambil tindakan tegas terhadap kontraktor nakal yang suka mengabaikan spesifikasi pekerjaan pada kontrak.
Dia tidak akan segan-segan untuk melanjutkan laporan tentang kontraktor nakal menjadi temuan, bila perlu diteruskan ke ranah hukum.
Pernyataan ketua LMP itu disampaikan untuk menanggapi laporan adanya penyedia jasa sebagai mitra Pemerintah yang tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak.
Asep Gempar meminta masyarakat ikut mengawasi kegiatan yang dikelola oleh ERDEA BERKAH MANDIRI dan PT ANALISA SILA KARYA dan melaporkan kejanggalan dalam pelaksanaannya.
“Kalau ada pekerjaan proyek pemda yang tidak sesuai dengan spek tentunya itu akan jadi temuan. Silahkan laporkan! Kami akan memprosesnya,” kata Asep Gempar kepada mediakasasi.com, Selasa (23/8/2022).
Sejauh ini, ujar dia, pihaknya akan terus memantau tentang adanya kontraktor yang nakal.
Menurut Asep, semua kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah dapat menyelesaikan pekerjaan secara profesional.
“Saya akan terus meng-update perkembangan dua perusahaan tersebut, kami akan terus melakukan pengawasan. Bahkan kami telah meminta bantuan dari Kejaksaan untuk ikut melakukan pengawasan,” tutur Asep Rudi. (Gin)
Bagikan melalui