foto

Mediakasasi.com, JAKARTA-- Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy alias Rommy, kembali diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (21/6).

Hanya saja, kali ini dia tidak diperiksa dalam kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Melainkan, kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Tasikmalaya.

Romy diperiksa sebagai saksi bagi Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman (BBD).

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka BBD," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (21/6).

Belum diketahui kaitan Rommy dalam perkara ini. Diduga, lewat Rommy, tim penyidik sedang mendalami pengurusan anggaran untuk Kabupaten Tasikmalaya.

Budiman ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga ‎memberi suap sebesar Rp 400 juta kepada pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo.

Uang itu disinyalir untuk memuluskan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tasikmalaya tahun 2018. Penetapan tersangka Budi Budiman, merupakan pengembangan perkara terdahulu, yang menjerat Anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo, serta dua pihak swasta: Eka Kamaluddin dan Ahmad Ghiast.

Empat orang ini telah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. (red)