foto

Leon Hanafi : Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)

Mediakasasi.com, kabupaten Bandung - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Barat menyelenggarakan seminar Ketahanan Budaya Sunda yang digelar di Gedong Budaya Soreang.Jum'at,18 November 2022.

Dalam sambutanya ketua INTI Jabar,Leon Hanafi selain menjelaskan asal usul didirikannya INTI,ia juga mengatakan bahwa pada saat ini hususnya di era globalisasi yang serba tekhnologi digitalisasi,kita bukan cuma hanya bisa mengembangkan dan melestarikanya saja, tapi kita harus benar benar bisa menjaga dan mempertahankan budaya,hususnya budaya Sunda.

"Sebelum saya bicara hal lain,saya akan terangkangkan asal berdirinya INTI.Perlu diketahui juga bahwa Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) didirikan pada tahun 1999 yang di mana bahwa pada saat itu ada satu krisis bangsa yang bisa menjurus kepada perpecahan bangsa,mengingat hal itu maka di saat itulah berdirinya INTI,"terangnya. 

"Kita harus benar benar memahami isi filosofi "" Silih asah,Silih asih,Silih asuh"" Kita boleh silih asah dalam hal apapun,karena setelah silih asah dalam hal apapun nantinya akan timbul asih,dan ketika sudah ada rasa asih pada diri seseorang maka nantinya akan timbul rasa ingin silih asuh,yang besar mengasuh kecil,yang mampu mengasuh yang kurang mampu ,dan yang pintar mengasuh yang kurang mengerti,"jelasnya.

Perlu saya terangkan,bahwa budaya itu bukan hanya kesenian saja tapi bahasa juga adalah budaya.Saya ketahui bahwa bahasa Sunda itu sangat kaya akan bahasa. Seperti contoh salah satu kata kerja misalnya kata "makan" nah,dalam bahasa Sunda kata makan ada beberapa kata,Seperti ; Dahar,neda,emam,Tuang,itu adalah bisa dibilang katagori kata yang halus,dan kata yang kasarnya seperti ; nyatu,lolodok,ngalebok,dan sebagainya,paparnya.

Sunda itu indah akan keaneka ragamanya,Sunda itu ramah,someah nyaahan ka sasama, coba bayangkan kalau semua orang Sunda kesehariannya memakai bahasa yang halus,mungkin tidak akan ada pertengkaran,dan mari kita bayangkan seumpama kita orang Sunda marah pakai bahasa yang halus,apa mungkin ada kemarahan yang fatal,pasti tidak mungkin kan,kata Leon.

selama 23 tahun INTI berdiri sudah banyak sekali kegiatan,terutama kegiatan yang bersifat sosial atau bakti sosial,dan ada juga beberapa program INTI lainya,

Salahsatunya adalah program ketahanan budaya.Program tersebut salah satu upaya dalam mempertahankan budaya yang ada di negeri ini supaya jangan tergerus oleh peradaban era globalisasi yang mengikis adat dan budaya,karena martabat suatu bangsa bisa terangkat dengan budayanya, ungkapnya.

Saya berharap kepada para budayawan agar selalu menularkan pengetahuan tentang budaya kepada para kaum muda atau kaum milenial sekarang supaya ingat akan adat dan budayanya.Terlebih saya mengharapkan perhatian dan dukungan husus dari pemerintah untuk para budayawan atau para pelaku seni supaya mereka betul betul dalam mengembangkan, melestarikan serta mempertahankan budaya,karena kalau mereka berhenti dalam hal itu,apa mungkin di negeri ini masih ada budaya atau sirna begitu saja,dan itu tidak diharapkan oleh kita semua kan,pungkasnya.***(Heri).

Bagikan melalui