Bandung Raya
Perumda Air Minum Tirta Raharja Sosialisasikan Pengembangan SPAM Bandung Timur di Maruyung dan Bumiwangi
- Rabu, 21 Januari 2026 | 15:03 WIB
| Selasa, 30 Maret 2021 | 19:40 WIB

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana/Istimewa
Mediakasasi.com, BANDUNG-- Pemerintah Kota Bandung memastikan bahwa pihaknya terus berkomitmen dalam hal pengelolaan sampah di Kota Bandung. Bahkan, pengelolaan sebagai wujud pengendalian sampah sudah dilakukan dari sumber produksi sampah.
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan bahwa, progres Kawasan Bebas Sampah (KBS) terus mengalami peningkatan di Kota Bandung. Hal itu dapat dilihat dari semakin banyaknya wilayah yang mengdeklarasikan diri sebagai wilayah KBS.
"Ini satu upaya dari warga sekitar untuk mebuntaskan sampah dari sumbernya. Upaya ini bisa menularkan di wilayah lainya," ujar Yana, di Kota Bandung, Selasa (30/3).
Yana mendorong, agar masyarakat mampu menerapkan metode pengelolaan sampah yang selesai dari sumbernya. Tak hanya itu, dia pun mendorong kepada kewilayahan untuk mensosialisasikan pengelolaan sampah, sampai kawasannya bebas dari sampah.
"Sampah selesai di wilayah kita masing-masing. Pangannya bisa dikonsumsi, minimal warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan. Kalau lebih bisa diberikan ke tetangga," katanya.
Menurut Yana, program sampah jadi emas di kawasan tersebut sangat memungkinkan untuk terealisasi. Apalagi kawasan tersebut sudah mandiri untuk mengolah maupun memilah sampah.
"Sampah jadi emas, ya bisa. Kita doronng warga untuk kumpulkan sampah (anorganik) tidak perlu kuota (anggota) yang banyak, kumpulkan jadi emas. Sampah anorganik punya nilai ekonomis," tandasnya.
Untuk diketahui, Yana Mulyana kembali meresmikan KBS di RW 07 Kelurahan Sarijadi Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Selasa 30 Maret 2021. KBS di kawasan tersebut mulai dari pemanfaatan Lodong Sesa Dapur (Loseda) sampai terintergasi dengan Buruan Sae.
Sampah organik sisa dapur itu, menjadikan pupuk sebagai penyubur untuk tanaman maupun sayuran di setiap rumah. (Dadan)
Bagikan melalui