foto

Heri

Yasri Yusniarti Bacaleg Golkar Dapil 1 Berfose Di podium KPU KABUPATEN BANDUNG

Mediakasasi.com, kabupaten Bandung - Yasri Yusniarti  yang lahir dari keluarga besar YAMISA SOREANG siap maju menjadi Bakal Calon Legislatif Daerah Pilihan (Dapil) 1 dari partai Golongan Karya (Golkar), dengan yakin dan optimis tidak akan henti henti untuk mengedukasi para kaum milenial supaya memahami dan tidak buta politik.

Ungkapan tersebut diungkapkan dihalaman KPU Kabupaten Bandung usai pengajuan pendaftaran Bacaleg partai Golkar pada Jum'at,12/05/2023.

Yasri mengungkapkan akan selalu melakukan pendekatan kepada para kaum milenial dan berusaha untuk mengedukasi memberikan pemahan tentang politik,supaya para kaum Milenial lebih memahami tentang politik diera globalisasi yang serba digital seperti sekarang ini,"katanya.

"Menurutnya,kehidupan berdemokrasi di era digitalisasi sekarang ini salah satunya ditentukan oleh seberapa besar partisipasi politik dari masyarakat,hususnya para kaula muda.Partisipasi itu akan tampak ketika masyarakat ikut terlibat secara aktif dalam kehidupan berpolitik. Contohnya, ketika pemilihan presiden, kepala daerah, atau saat memilih wakil-wakil mereka yang akan duduk di kursi parlemen, baik di pusat maupun daerah.

Dalam proses berdemokrasi,terdapat kelompok-kelompok dari berbagai golongan masyarakat yang akan ikut mempengaruhi tinggi-rendahnya tingkat partisipasi politik. Salah satunya adalah anak-anak muda. 

Kehadiran internet bagi kalangan kaum milenial nyaris di sepanjang kesehariannya ketergantungan terhadap internet, yang mungkin bisa dikatakan hampir menyentuh angka 90 persen menggunakan internet ,atau biasa disebut sebagai mobile generation,generasi ini kehidupannya lebih banyak diwarnai dengan keceriaan (cheerful).

Dalam dunia politik, anak-anak muda tadi merupakan aset berharga dan menjadi incaran partai-partai politik. Ini lantaran generasi Milenial merupakan kekuatan tersendiri yang harus direbut suaranya di dalam kontestasi pemilihan, baik pemilihan pemimpin negara, kepala daerah, atau saat memilih wakil rakyat.

Maka dari itu,saya terangkan perlu untuk diperhatikan oleh anak-anak muda saat ingin menyampaikan aspirasi politiknya di media sosial,baik itu mengkritisi ataupun mengapresiasi,karena kalau tidak memahami tidak memungkin akan terjerat kedalam pelanggaran UU ITE.

Oleh karena itu kalau berkaca dan belajar dari kasus bertebarannya informasi berupa berita bohong (hoaks) dalam Pemilihan Umum 2019 yang lalu maka sangat diperlukan kehati-hatian dan langkah bijak serta pemikiran yang matang,jangan sampai terpancing hingga terbawa suasana yang berbau negatif,mulai dari berita bohong, hasutan, ujaran kebencian, dan lainnya. Untuk sangat diperlukan kesantunan di dalam berpolitik di media sosial terutama bagi anak-anak muda, Saring dulu sebelum sharing dan lakukan pengecekan terlebih dulu tentang kebenaran suatu informasi tersebut.Oleh karena itu,di mohon kepada masyarakat hususnya kaum Milenial agar dapat mengendalikan jari jempolnya sebelum menyebarkan suatu informasi ke media sosial,tegas Yasri.***(Heri).

Bagikan melalui