Ekonomi
Bapenda Kabupaten Bandung Sosialisasi Sekaligus Memberi Penghargaan Kepada Wajib Pajak
- Selasa, 27 Januari 2026 | 18:12 WIB
| Rabu, 23 Februari 2022 | 10:19 WIB
Mediakasasi.com Kab Bandung--
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung melakukan operasi pasar minyak curah, sebagai upaya untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng dipasaran, sebagai akibat permintaan (demand) yang tinggi kebutuhan masyarakat, bertempat di Pasar Ciwidey, Ciwidey Kabupaten Bandung, Rabu (23/2/22).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan peningkatan kebutuhan minyak goreng pasca ditetapkan HET dari harga pasaran Rp. 20.000,- ke Rp. 11500,-.untuk minyak curah, dan HET Premium Rp. 14.000,- oleh masyarakat sangat tinggi.
" Ketika kebutuhan dan pembelian minyak goreng tinggi, distribusinya menjadi terhambat, karena kebutuhan setiap daerah meningkat, sedangkan distributor terbatas dalam pengiriman," ungkap Dicky Anugrah.
" Sedangkan pengiriman minyak goreng dari distributor biasanya seminggu sekali," timpalnya.
Untuk itu pemerintah Kabupaten Bandung telah mengambil langkah kebijakan taktis, dengan operasi pasar minyak goreng dan minyak curah untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng terjadi dipasaran.
" Hari ini, Rabu (23/2/22), kami melakukan operasi pasar murah minyak curah di pasar Ciwidey sebanyak 8000 liter, dengan harga Rp. 10.500," per liter dan akan dilanjutkan ke pasar-pasar lainnya di wilayah Kabupaten Bandung, termasuk operasi pasar minyak goreng bekerja sama dengan Bulog ," jelas Dicky Anugrah.
Selain itu, tambah Dicky Anugrah, kebijakan pemerintah lainnya adalah mendorong produsen/ distributor minyak goreng untuk lebih mempercepat alur distribusi, guna lebih mempercepat pengiriman ke daerah-daerah.
" Yang penting pedagang tidak diperbolehkan menjual minyak curah ke masyarakat diatas harga HET Rp. 11.500,- dan HET Minyak Goreng Premium Rp. 14.000,-. Bilamana dijual diatas harga tersebut masuk kategori pelanggaran," paparnya.
Menyangkut bilamana ada indikasi penimbunan, Dicky Anugrah mengatakan tanpa pandang bulu akan ditindak tegas. Untuk sekarang data dan laporan yang masuk ke Disperindag belum ada mengarah indikasi ke sana.
" Saya berharap masyarakat tidak perlu panik, dan tidak membeli secara berlebihan, supaya semuanya kebagian. Mudah-mudahan stabilitas harga terjaga, dan distribusi minyak goreng bisa tercukupi di Kabupaten Bandung," pungkasnya.*** (Arif)
Bagikan melalui