foto

Ketua DPP Paguron Sinar Banten dan pengurus lainnya. (Foto : Arif)

Mediakasasi.com, Kab. Bandung----  Derasnya arus informasi yang datang ke Indonesia juga mempengaruhi terkikisnya budaya asli/lokal. Banyak budaya asing masuk dan tumbuh di Indonesia, terkadang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan adat istiadat ketimuran Indonesia.

"Untuk itu perlu ada usaha dari stake holder masyarakat, pelaku seni budaya, bersinergi dengan kebijakan pemerintah yang nyata untuk melestarikan budaya daerah/lokal baik di dalam karakter, perilaku, maupun gaya hidup, sehingga tumbuh dan berkembang rasa mencintai seni budaya sendiri" tutur Ketua Umum DPP Paguron Sinar Banten  H.Dani.M. Rakatau, Katapang, Minggu, 03/01/21.

Perguruan Seni Bela Diri Pencak Silat dan Seni Debus Pendekar Sinar Banten dengan struktur organisasi tingkat Pusat DPP, Cabang-cabang tingkat Korwil (Kab/Kota), Satlat (Kecamatan), Satlatcab (Kelurahan/Desa) hadir menjawab keprihatinan terhadap situasi dan kondisi terkini dan tekanan dari budaya asing yang mempengaruhi karakter, perilaku generasi muda sekarang.

Keberadaan Organisasi Paguron pun diakui baik di tingkat nasional maupun internasional dengan berbagai prestasinya. Acara Nasional tahun 2017, Pugaron Sinar Banten sebagai Utusan Anjungan Jawa Barat Gelar Budaya Kab/Kota Tingkat Nasional di TMII Jakarta. Internasional Acara PBB Mei 2015, Melatih Pasukan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian - Pasukan Penjaga Perda maian Unifil Kongo.

"Pengakuan dan penghargaan ini memberikan kebanggan tersendiri bagi kami, masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bukti nyata dan kontribusi di bidang seni. Tetapi prioritas sekarang ini mengajak generasi muda, remaja di dalam/luar sekolah, dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah sunda." Tutur H. Dani.

Sebagai tindak lanjut, Paguron Sinar Banten tahun 2021 telah membuat Perencanaan Program Jangka Pendek (PPJP) 6 bulan seperti pelatihan seni bela diri pencak silat dan seni debus dan Pelatihan Kader, Ujian Kenaikan Tngkat.

Perencanaan Program Jangka Menengah seperti sosialisasi adaptasi kebiasaan baru penerapan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19, di tiap tingkat cabang Korwil, Satlat, Satlatcab, Program Ramadhan bagi ta'jil dan buka bersama.

Perencanaan Program Jangka Panjang Paguron seperti mengikuti pertandingan antar perguruan, antar pelajar yang diselenggarakan IPSI, PPSI, dan Dinas/Instansi Terkait.

Kedepannya Dia berharap adanya sinergi dari masyarakat, para pelaku seni budaya secara totalitas untuk bersama-sama melestarikan Seni Budaya Daerah Sunda dan dukungan nyata Pemerintah Kab. Bandung dalam hal Kebijakan-Nya untuk mengangkat kembali Seni Budaya Sunda sebagai salah ikon Kabupaten Bandung. (Arif)

Bagikan melalui