Siap-Siap Bandung Dikepung Sampah

| Jumat, 12 November 2021 | 16:51 WIB

foto

Mediakasasi.com, BANDUNG-- Tumpukan sampah di Kota Bandung terancam meningkat. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jabar akan libur mengangkat sampah pada hari Sabtu dan Minggu.

“Biasanyakan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA Sarimukti dilakukan setiap hari. Namun, ke depan Pemerintah Provinsi akan meliburkan pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Sofyan Hernadi, Kamis (11/11/2021).

Sofyan mengatakan, jika pada Sabtu dan Minggu tidak ada pengangkutan sampah, maka dipastikan ada penumpukan sampah.

“Namun, kita akan mendahulukan mengangkut sampah di Pinggir jalan. Kalau di TPS, sudah sewajarnya ada penumpukan sampah, karena memang itu kan tempat pembuangan sampah sementara,” papar Sofyan.

Untuk itu, harus dipikirkan bagaimana teknis pengurangan pembuangan sampah ke TPA, agar tidak terjadi penumpukan di TPS.

“Karenanya, kita harus menggalakkan program KangPisaman, agar bisa mengurangi sampah ke TPS,” terangnya.

Atau tidak menutup mungkin petugas DLHK akan bekerja lembur di TPA Sarimukti pada Sabtu-Minggu untuk mengurus sampah.

“Ya kita lihat saja, teknis mana yang paling memungkinkan untuk mengatasi penunpukan sampah pada Sabtu dan Minggu,” tambahnya.

Sebenarnya, lanjut Softa, sejak tahun 2019-2029 produksi sampah di Kota Bandung menurun. Dari yang asalnya 268 rit pengangkutan sampah ke TPA, atau sekitar 1.340 pada tahun 2019, sekarang pada tahun 2020 mengalami penurunan hingga 253 rit atau sekitar 1.309 ton per.

“Namun kalau dia hari tidak ada pengangkutan sampah, tetap saja pasti akan ada penumpukan sampah,” tambahnya.

Terlebih, warga Kota Bandung belum terbiasa menahan sampah pada hari Sabtu dan Minggu.

Selain itu, berkaca dari kejadian tidak diangkutnya sampah ke TPA selama dua hari pada minggu lalu, Sofyan mengatakan, ada penunpukan sampah di mana-mana. Bahkan sekarang pihaknya mengalami kesulitan untuk mengangkut sampah yang terbengkalai selama dua hari kemarin.

“Kita kan baru ada penunpukan sampah karena tidak ada pengangkutan sampah selama dua hari. Itu mengakibatkan penumpukan sampah kurang lebih 1000 ton, sementara pengangkutan belum bisa maksimal, sehingga sampai sekarang juga masih ada penumpukan,” paparnya. (red-01) 

Bagikan melalui