Bandung Raya
Pemkab Bandung Pastikan Pemenuhan Gaji PPPK Paruh Waktu dan Tenaga Kependidikan
- Kamis, 19 Februari 2026 | 11:40 WIB
| Selasa, 28 September 2021 | 15:19 WIB

Logo kartu tani Si Bedas Kabupaten Bandung saat lounching pada bulan Juli tahun 2021
Mediakasasi.com, KAB BANDUNG-- Hingga kini, petani di Kabupaten Bandung bisa dikatakan sebagai profesi yang memiliki tingkat penghasilan yang rendah. Aep Wahyudin selaku petani porang mengatakan bahwa hal tersebut diakibatkan oleh tingkat keekonomian aktivitas bertani yang terbilang masih sangat rendah.
Khususnya untuk para petani porang yang sampai saat ini kehidupannya masih sangat rendah, ditambah janji akan memberikan permodalan yang diberikan pemerintah melalui Bank Jabar Banten (BJB) ternyata tidak terealisasi.
"Padahal saya beserta 401 orang yang siap memberdayakan porang sesuai program bupati yang sudah meluncurkan kartu Sistem Bertani dengan Agro Solution atau Si Bedas," katanya kepada wartawan.
Ratusan petani porang, berharap kepada Bupati Bandung untuk serius mendorong program pemberdayaan pertanian porang di Kabupaten Bandung dalam upaya meningkatkan geliat ekonomi sektor pertanian.
Aep menjelaskan, saat bupati Bandung melaunching program pertanian porang sekaligus memberi motivasi kepada para petani dengan merekomendasikan agar mendapat permodalan dari pihak BJB.
"Ratusan petani menyambut baik dorongan pak Bupati, dan sesegera melengkapi administrasi untuk mendapatkan tambahan permodalan," katanya.
Masih menurut Aep, dari 401 petani, hanya 5 orang yang mendapatkan modal dari BJB. Padahal, semua petani porang sudah memproses semua persyaratan sesuai program KUR BJB, dan direkomendasi pemerintah Kabupaten Bandung.
Namun, sebagian besar petani tersebut belum mendapatkan informasi yang pasti.
"Saya berharap sekaligus bertanya, sejauh mana sosialisasi BJB atas program tersebut. Sebab, dari 401 orang hanya 5 petani yang mendapatkan tambahan modal. Sementara, sisanya tidak diberikan keterangan dan kenapa," ujar Aep.
Kartu tani Si Bedas
Perlu diketahui, pada bulan Juli tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Bandung telah meluncurkan program kartu Sistem Bertani dengan Agro Solution atau Si Bedas dalam upaya meningkatkan geliat ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Bandung.
Dalam acara tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, program kartu tani Si Bedas ini merupakan salah satu solusi untuk bisa membangkitkan semangat para petani dalam rangka melaksanakan kegiatan pertanian.
Selain dapat digunakan sebagai alat transaksi, layaknya ATM, kartu tani Si Bedas ini pun memiliki beberapa kelebihan lainnya yang saling terintegrasi, di antaranya program-program yang tengah dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, seperti bantuan permodalan, asuransi pertanian, dan asuransi ketenagakerjaan.
Bahkan hal serupa pernah dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, dengan memiliki Kartu tani Si Bedas ini, para petani bukan hanya akan memperoleh pupuk bersubsidi dan bibit untuk memulai usaha pertaniannya, melainkan juga mendapat fasilitas berupa program pelatihan di bidang teknis pertanian, tetapi juga pembiayaan, pengolahan hingga pemasaran hasil tani.
"Insya Allah akhir Juli ini, kita akan lakukan percobaan bagi para petani di komoditas porang dan jagung. Saat ini, kami baru luncurkan 42 ribu Kartu tani Si Bedas bagi para petani yang sudah tergabung dalam Poktan (kelompok tani) dan tertera di dalam rencana definitif kebutuhan kelompok," ujarnya di lokasi saat lounching kartu tani si Bedas. (red-01)
Bagikan melalui