foto

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Setia Untung Arimuladi, SH. M.Hum saat membacakan sambutan Jaksa Agung RI pada upacara penutupan Rakernis Datun 2021, secara virtual

Mediakasasi.com, JAKARTA-- Jaksa Agung RI, Prof. Burhanuddin apresiasi berlangsungnya kepenyelenggaraan Rakernis Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Tahun 2021, yang diselenggarakan dengan baik, lancar, dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Demikian disampaikan Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Setia Untung Arimuladi, SH. M.Hum saat membacakan sambutan Jaksa Agung RI pada upacara penutupan Rakernis Datun 2021, secara virtual, Rabu kemarin. 

Rakernis Datun yang berlangsung selama 2 (dua) hari melalui zoom meeting/virtual, Wakil Jaksa Agung RI mencermati rata-rata jumlah partisan yang hadir sekitar 650 partisan, dan ini menunjukkan komitmen dari jajaran Bidang Perdata Dan Tata Usaha Negara dengan semangat dan kompetensi yang dimilikinya, artinya para Jaksa Pengacara Negara siap menghadapi tantangan tugas kedepan yang semakin komplek/berat.

"Oleh karenanya kehadiran Jaksa Pengacara Negara sangat diharapkan oleh berbagai pihak, khususnya dalam mendukung berbagai Proyek Strategis Nasional dan pendampingan atas Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN), penyelamatan keuangan negara, pembubaran PT dan kepailitan," ujar Untung Arimuladi.

Dirinya berpesan untuk jangan pernah berhenti untuk belajar dan mengadakan berbagai kegiatan, diantaranya pelatihan pelatihan, Focus Group Diskusi (FGD), in house training, workshop dan lain lain, sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas dan kompetensi selaku Jaksa Pengacara Negara yang berintegritas, sebagaimana tagline Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. 

Sementara menurut Ketua umum PJI ( Persatuan Jaksa Indonesia ) juga menyampaikan ada hal yang menarik dan perlu menjadi perhatian bagi jajaran Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN), sebagaimana tadi dijelaskan oleh Ibu Maria selaku Direktur Pertimbangan Hukum terkait.

Jaksa Pengacara Negara berkewajiban mewaspadai adanya fakta berupa:

a. Indikasi persekongkolan yang bersifat melawan hukum, atau;

b. Penyembunyian dokumen sehingga tidak memungkinkan melaksankan prinsip layanan dan kegiatan pertimbangan hukum yang efektif, atau;

c. Dugaan tindak pidana yang ditangani oleh penegak hukum terhadap obyek permasalahan yang dimintakan pendampingan hukum, atau;

d. Penyimpangan pada kegiatan yang didampingi dengan memanfaatkan pendampingan, dan atau;

e. Permohonan pendampingan yang hanya bersifat formalitas.

Selain hal tersebut, perlu menjadi perhatian dan hati-hati terkait dengan pemberian legal opinion yang dapat berdampak menimbulkan kerugian negara, dan tidak kalah pentingnya dalam rangka menghadapi Kejaksaan Digital, Bidang Datun telah mengembangkan aplikasi e-DATUN ataupun CMS sebagai bagian dari sistem pelaporan kinerja DATUN.

"Mencermati begitu kompleknya permasalahan di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, yang memerlukan keahlian khusus, dan dalam rangka memanfaatkan informasi teknologi yang dimiliki Kejaksaan saat ini, dan memperlancar pelaksanaan tugas rekan-rekan di daerah, saya menyarankan untuk dibuatkan posko konsultasi yang dikendalikan oleh JAMDATUN, setidaknya posko ini dapat berfungsi sebagai tempat konsultasi rekan-rekan di daerah bila menghadapi suatu masalah yang sulit diselesaikan," ujarnya.

Wakil Jaksa Agung RI menyampaikan sejak kemarin, Rakernis Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara ini telah berlangsung, kita telah memusatkan perhatian dalam mengikuti setiap rangkaian acara, kegiatan secara bertahap dan berkelanjutan.

Para peserta dan narasumber telah mengutarakan berbagai pendapat, masukan, arahan dan buah pikir. Bertukar pikiran untuk melahirkan solusi atas persoalan yang mengemuka.

Rakernis kali ini diharapkan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru sebagai jawaban atas berbagai permasalahan yang terjadi dalam melaksanakan tugas dan fungsi Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Wakil Jaksa Agung RI sangat mengapresiasi pelaksanaan Rakernis Bidang Datun ini, karena meskipun diselenggarakan dalam waktu yang sangat singkat, namun dengan cepat dan tepat dapat mengindentifikasi tantangan, kendala serta dapat menyamakan persepsi para Jaksa Pengacara Negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi Kejaksaan di Bidang Datun dalam menyelamatkan keuangan negara.

"Saya mengapresiasi juga atas buah pikir saudara sehingga melahirkan rekomendasi umum dan rekomendasi khusus pada dari setiap Direktorat. Saya sangat optimis seluruh rekomendasi yang telah dirumuskan ini akan menjadi suatu rujukan atau referensi bagi Jaksa Pengacara Negara untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan praktis dalam melaksanakan tugas dan fungsi khususnya dalam penyelamatan keuangan negara,” ujar Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi.

Untuk itu wakil jaksa agung berharap tingkatkan semangat para Jaksa Pengacara Negara dalam memaksimalkan kinerja, gencarkan hasil kinerja Bidang Datun kepada masyarakat luas agar keberadaan Jaksa Pengacara Negara ini benar-benar diketahui oleh masyarakat.

Mengakhiri arahannya, diperintahkan agar seluruh jajaran Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara khususnya Jaksa Pengacara Negara untuk benar-benar mempedomani rekomendasi yang telah dirumuskan sebagai pedoman untuk meningkatkan kinerja jajaran bidang Perdata dan Tata Usaha Negara sehingga Rakernis dengan tema “Peningkatan Profesionalitas Jaksa Pengacara Negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi bidang Perdata dan Tata Usaha Negara terkait penyelamatan keuangan negara” bukan sekedar tema semata.

Untung berharap agar para Jaksa Pengacara Negara dapat segera mengaktualisasikan hasil rekomendasi Rakernis di tempat tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, segera laporkan hasil pelaksanaan untuk bahan evaluasi pimpinan.

Sumber : Humas/Rls