foto

Fahmi Maulana Ketua Komisi D DPRD Kab. Bandung (Kiri), H.Uus Haerudin Firdaus,(Kanan) (Foto : Arif)

Mediakasasi.com, Kab.Bandung--  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung lewat Ketua Komisi D Fahmi Maulana mengaku sangat kecewa dan menyesalkan atas kembali terjadi peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) Oknum di Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, dimana tahun sebelumnya yaitu 2020, OTT pernah terjadi di dinas yang sama.

Fahmi mengatakan, kejadian ini jelas sangat mencoreng dan mengecewakan. Dimana saat ini Performa Kinerja 100 hari kerja Bupati Bandung Dadang Supriatna sedang dioptimalkan, ternoda dengan peristiwa ini,

" Untuk itu eksekutif harus mengevaluasi secara besar-besaran antara lain evaluasi OTK, evaluasi Kinerja dan Sumber Daya Manusia yang ada dibawahnya, termasuk evaluasi keberadaan Korwil di 31 Kecamatan", ungkap Fahmi, Selasa (20/7/2021).

Selanjutnya dalam hal menyingkapi peristiwa OTT ini, terang Fahmi bahwa dalam beberapa hari kedepan DPRD Kab. Bandung akan memanggil Disdik untuk mengevaluasi dan mengklarifikasi PGRI terkait OTT yang terjadi didepan gedung PGRI.

Sementara itu menyingkapi langkah yang diambil eksekutif dan legislatif, pemerhati dunia pendidikan, sekaligus Ketua Komite SDN munjul RT 05 RW 14 Kel.Manggahang, Kecamatan Baleendah H. Uus Haerudin Firdaus, SH.I bahwa  terkait dengan peristiwa OTT Oknum Pejabat Disdik beberapa waktu lalu didepan gedung PGRI, berharap pertama ketegasan Bupati Bandung untuk mengevaluasi strukturisasi korwil, kedua mengkaji ulang SOTK, termasuk penumpukan SOTK tidak layak lebih baik dibubarkan.

Lebih lanjut saat diwawancarai mediakasasi,com, Jum'at (23/7/2021) pemilik lembaga pendidikan Islam Pondok Modern Matha'ul Huda pun Sekretaris Komisi C DPRD Kab. Bandung H.Uus Haerudin Firdaus sampaikan salam hangat di Jum'mat Berkah, Bapak Bupati Bekerja dapat membawa Kabupaten Bandung BEDAS, di masa program 100 hari kerja dengan action tindakan nyata mana yang baik/Haq dan yang bathil.

H.Uus katakan jangan sampai terulang lagi OTT di Disdik ini, sebagaimana diketahui beberapa waktu lalu terjadi peristiwa OTT tahun 2020, Oknum  Kabid SMP kepada 8 Kepala Sekolah SMP, Sekarang terjadi oknum korwil kepada Kepala Sekolah SD.

" Saya sarankan untuk perkuat pengawasan dibawah Disdik langsung, dengan sistem dulu pengawas, penilik" Pungkas H.Uus. (Arif)