Tidak Transparan

Ini kata Dinkes, Terkait Tudingan Insentif Nakes Masuk Rekening Masing-masing

| Selasa, 30 Maret 2021 | 14:12 WIB

foto

Ilustrasi/Net

Mediakasasi.com, CIREBON-- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni membantah tudingan pihaknya tidak transparan dalam pemberian insentif kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) di wilayahnya.

“Insentif Nakes masuk ke rekening masing-masing Nakes,” kata enny saat dikonfirmasi Kantor Berita mediakasasi.com, Selasa (30/3).

Disinggung uang santunan bagi Nakes yang meninggal saat menangani pasien Covid-19, ia mengklaim telah menyalurkannya dan langsung masuk kepada rekening ahli waris sebesar Rp300 juta.

"Di Kabupaten Cirebon ada tiga orang yang meninggal dari Losari, Karangsari dan Kubangdeleg dan santuan langsung masuk rekening ahli waris Rp300 juta,“ tegas Enny.

Sebelumnya, PWI Kabupaten Cirebon melaporkan Dinkes Kabupaten Cirebon ke Inspektorat, karena dinilai tidak transparan dalam penyaluran insentif bagi Nakes yang menangani Covid-19.

Laporan berawal dari adanya pengaduan tertulis dari Nakes ke PWI Cirebon, terkait dana insentif tahun 2020, baik bagi perawat maupun dokter, yang belum diterima. 

Ketua PWI Kabupaten Cirebon, Noli Alamsyah menerangkan, atas pengaduan pihaknya telah berkirim surat kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Namun hingga beberapa minggu, belum ada jawaban dari pihak Dinkes.

"Sepertinya surat kami dipandang sebelah mata, padahal ini menyangkut hak nakes di Kabupaten Cirebon. Orang yang mengadu ke kami juga sudah berjuang menanyakan soal insentif bagi nakes, tapi tidak direspon. Kami menilai pihak dinkes tidak terbuka dan kurang transparan. Akhirnya, diambil langkah pelaporan ke Inspektorat," kata Noli dalam keterangan persnya pada Kantor Berita mediakasasi.com, Selasa (30/3).

Editor :Gindo