Pasar Banjaran Menuju KOMNASHAM

| Selasa, 27 Juni 2023 | 17:54 WIB

foto

Lokasi pasar Banjaran dikelilingi pagar seng/Istimewa

Mediakasasi.com, KAB BANDUNG-- Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak dasar yang dimiliki oleh manusia sejak lahir, berlaku kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Segala hal yang berhubungan dengan HAM pasti bersifat universal dan semua orang memilikinya tanpa mengenal perbedaan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, HAM atau Hak Asasi Manusia adalah hak yang dilindungi secara internasional (yaitu deklarasi PBB Declaration of Human Rights), seperti hak untuk hidup, hak kemerdekaan, hak untuk memiliki, hak untuk mengeluarkan pendapat.

HAM merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia sejak dalam kandungan yang bersifat universal. Jadi, dalam HAM tidak mengenal batasan umur, jenis kelamin, negara, ras, agama maupun budaya.

Perlu diketahui, setiap manusia memiliki dua keinginan, yaitu keinginan berbuat baik dan jahat. Keinginan berbuat jahat itulah yang menimbulkan dampak pada pelanggaran HAM, seperti membunuh, merampas harta milik orang lain, menjarah, dan lain-lain.

Pelanggaran HAM diduga terjadi dipasar Banjaran Kabupaten Bandung antara aparat dengan pedagang dan antarsesama warga pedagang.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab adanya pelanggaran HAM. Berikut ini dugaan penyebab pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), yang terjadi dipasar Banjaran Kabupaten Bandung.

Faktor Internal

Penyebab Pelanggaran HAM Faktor internal yaitu dorongan untuk melakukan pelanggaran HAM yang berasal dari diri pelaku pelanggar HAM.

Faktor internal tersebut di antaranya sebagai berikut:

1. Sikap egois pengembang/pengusaha  tanpa ada dialog dengan Kelompok Warga Pedagang Pasar (KERWAPPA).

Sikap terlalu mementingkan diri sendiri akan menyebabkan seseorang untuk selalu menuntut haknya, sementara kewajibannya sering diabaikan. Seseorang yang mempunyai sikap seperti ini akan menghalalkan segala cara agar haknya dapat terpenuhi, meski cara yang dilakukan dapat melanggar hak orang lain.

2. Rendahnya kesadaran HAM

Hal ini akan menyebabkan pelaku pelanggaran HAM berbuat seenaknya. Pelaku tidak mau tahu bahwa orang lain pun mempunyai hak asasi yang harus dihormati. Sikap tidak mau tahu ini berakibat munculnya perilaku atau tindakan penyimpangan terhadap hak asasi manusia.

3. Sikap tidak toleran

Sikap ini akan menyebabkan munculnya saling tidak menghargai dan tidak menghormati atas kedudukan atau keberadaan orang lain. Sikap tidak toleran tersebut pada akhirnya akan mendorong orang untuk melakukan diskriminasi kepada orang lain.

Faktor Eksternal

Penyebab Pelanggaran HAM Faktor eksternal yaitu faktor-faktor di luar diri manusia yang mendorong seseorang atau sekelompok orang melakukan pelanggaran HAM.

Faktor eksternal tersebut di antaranya sebagai berikut:

1. Penyalahgunaan kekuasaan Di dalam masyarakat terdapat berbagai macam kekuasaan. Kekuasaan ini tidak hanya merujuk pada kekuasaan pemerintah, tetapi juga bentuk-bentuk kekuasaan lain.

Satu di antara contohnya adalah kekuasaan di dalam perusahaan. Para pengusaha yang tidak memperdulikan hak-hak pedagang pasar jelas melanggar HAM. Oleh karena itu, setiap penyalahgunaan kekuasaan mendorong timbulnya pelanggaran HAM.

2. Ketidaktegasan aparat penegak hukum Aparat penegak hukum yang tidak bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran HAM, akan mendorong timbulnya pelanggaran HAM lainnya.

Penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang tidak tuntas akan menjadi pemicu bagi munculnya kasus-kasus lain. Para pelaku pelanggaran HAM tidak akan merasa jera karena mereka tidak menerima sanksi yang tegas atas perbuatannya itu. Selain hal tersebut, aparat penegak hukum yang bertindak sewenang-wenang juga dapat dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran HAM dan dapat menjadi contoh yang tidak baik. Hal ini dapat mendorong timbulnya pelanggaran HAM yang oleh masyarakat pada umumnya. Faktor Eksternal Penyebab Pelanggaran HAM.

3. Kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi

Kesenjangan menggambarkan terjadinya ketakseimbangan yang mencolok di dalam kehidupan masyarakat. Pemicunya adalah perbedaan tingkat kekayaan atau jabatan yang dimiliki. Apabila hal tersebut dibiarkan akan menimbulkan terjadinya pelanggaran HAM, misalnya perbudakan, pelecehan, perampokan bahkan pembunuhan.

Sumber : Berbagai sumber