Heboh

Banyak Juga Ya, Dugaan Rekening 'Gendut' Jaksa Entikong

| Senin, 5 April 2021 | 17:18 WIB

foto

Ilustrasi Jaksa/Net

Mediakasasi.com, KALIMANTAN BARAT-- Baru membuka rekening selama empat bulan, uang seorang Jaksa Entikong Kabupaten Sanggau, Rudy Astanto sudah mencapai Rp 149,9 juta.

Rudy diketahui baru saja menempati posisi sebagai Kacabjari Entikong pada Agustus 2020. Dia menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan penggelapan oleh mantan anak buahnya, GWN.

Sidang yang digelar melalui video conference itu menemui banyak kejanggalan terutama sumber uang senilai Rp 149,9 Juta.

Rudy sebelumnya melaporkan sidang akan dilanjutkan Kamis 1 April 2021 dengan agenda tuntutan tanpa memberikan kesempatan bagi terdakwa GWN untuk melakukan pembelaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada perkara ini terdiri dari 3 orang yakni, Nur Suryadi, M. Indra S, dan Mifa Al Fahmi. Pada pemeriksaan saksi, sebanyak tiga orang sudah diperiksa antara lain Rudy, Ega dan Sherly yang juga tunangannya GWN.

Sangat disayangkan, persidangan tidak memeriksa saksi dari pihak perbankan dan persidangan belum mengarah kepada pembuktian apakah uang tersebut benar milik terlapor dan diperoleh secara legal.

Jika diperoleh dengan iktikad baik, lantas mengapa harus dititipkan kepada rekening bank milik orang lain.

“Itu semua uang pribadimu? Banyak juga ya sampe ratusan juta padahal baru dari akhir september 2020 buka rekeningnya hingga Desember 2020,” tanya Hakim Ketua Cipto Hosari Parsaoran Nababan di Pengadilan Negeri Sanggau Kamis 25 Maret 2021.

“Benar uang pribadi saya pak,” kata Rudi. 

Dihari yang sama, sidang pembacaan dakwaan selanjutnya bersambung dengan pemeriksaan terdakwa dan pemeriksaan saksi.

Sebelumnya Jaksa Entikong itu melaporkan GWN atas kasus penggelapan ke Polsek Entikong pada 11 Januari 2021.

GWN sendiri merupakan tenaga honorer di Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Sanggau di Entikong. GWN mengundurkan diri pada akhir Oktober 2020.

Namun, sebulan sebelum pengunduran dirinya, Rudy memanfaatkan rekening milik GWN pada Bank Mandiri dengan nomor rekening 1460014306455 untuk menyimpan sejumlah uang yang diakui milik Rudy.

Adapun kronologinya, Rudy memberikan uang Rp 1 juta kepada GWN untuk membuka rekening baru atas nama GWN sekaligus penyetoran awal tabungan. 

GWNkemudian memberikan kartu ATM dan buku rekening miliknya tersebut kepada Rudy.

Berjalan beberapa bulan, rekening tersebut berubah menjadi 'gendut' karena sering terjadi penyetoran yang diakui Rudy dilakukan oleh dirinya hingga mencapai Rp. 149,9 juta. 

Rudy pun berniat melakukan penarikan pada akhir Desember 2020. Saat melakukan pengecekan didapati saldo rekening tersisa hanya Rp 93 ribu saja.

Saat ditanya kepada GWN, ia menjawab uang tersebut digunakan untuk bermain trading di aplikasi Binomo dan untuk keperluan sehari-hari dengan cara transaksi melalui M-Banking yang terlanjur diaktifkan GWN karena tertaut ke nomor handphone milik dirinya.

Secara rinci setoran tersebut antara lain:

-21 September 2020 Rudy menyetor Rp 24,9 Juta.

-30 September 2020 setor tunai Rp 20 Juta

-5 Oktober 2020 sebesar Rp50 Juta.

Selanjutnya menambah setoran dengan cara memerintahkan sekretaris Kacabjari, Dayang Ega Dwi Hardiyanti untuk menyetor tunai sebesar Rp55 Juta. (M.Rizal)