foto

Kantor KPUD Kab. Bandung

Mediakasasi.com | Soreang -- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kab. Bandung diduga gagal melaksanakan salah satu tugasnya yaitu, mensosialisasikan pelaksanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 kepada masyarakat.

Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tanggal pelaksanaan Pilkada dan tata cara memilih Calon Kepala Daerah yang sah menurut aturan.

Berdasarkan hasil Investigasi ke beberapa wilayah Kecamatan dan Perdesaan di wilayah Kab. Bandung, KPUD Kab. Bandung gagal dalam salah satu fungsinya, yaitu sosialisasi Pilkada 2020.

Padahal ini penting bagi masyarakat, agar mereka paham makna kehadiran Pilkada, ada anggaran yang begitu besar diduga tidak tepat sasaran.

"KPUD Kab. Bandung tidak pernah mensosialisasikan Pilkada Serentak 2020, hanya menititipkan berbentuk Gambar atau spanduk yang harus di tempel di depan Kantor Desa," ungkap salah satu anggota PPS wilayah Kecamatan Soreang (HR 45Thn). Jumat 25 September 2020.

"Kalo memang KPUD Kab. Bandung sudah dengan benar mensosialisasikan Pilkada 2020, kapan dimana dan apa buktinya," kata HR.

Ditempat terpisah tim melakukan investigasi kebeberapa Desa di wilayah Kecamatan Ciwidey, Kecamatan Rancabali dan Kecamatan Pangalengan ternyata hasilnya sama, KPUD Kab. Bandung hanya menitipkan sepanduk untuk di terapkan di halaman kantor Desa.

Yakin kegagalan itu bukan karena ketiadaan biaya. Alasannya, biaya untuk pemilu serentak kali ini cukup tinggi. Patut dicurigai KPU memang tidak fokus dan tidak punya manajemen pemilu yang baik, khususnya dalam kegiatan sosialisasi Pilkada 2020.

Masyarakat juga kurang antusias menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Padahal jika kegiatan sosialisasi KPU efektif, partisipasi pemilih bisa meningkat dari Pilkada sebelumnya. (Heri Muslim)