Giri MQ

Warga Bisa Menuntut Jika Kecelakaan Akibat Jalan Rusak

| Kamis, 6 Mei 2021 | 09:55 WIB

foto

Mengindari jalan berlubang, seorang warga pengendara roda dua meninggal di jalan Cisirung Kecamatan Dayeuhkolot

Mediakasasi.com, KAB BANDUNG-- Komunitas SAUDARA ( Satu Untuk Indonesia Raya) Jawa Barat, Giri MQ, menjelaskan bahwa warga dapat menuntut apabila mengalami kecelakaan akibat jalan rusak. Aturan tersebut tertuang Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), yakni UU 22 tahun 2009. 

Tuntutan tersebut, kata Giri, bisa ditujukan ke pihak yang memegang tanggung jawab atas lokasi jalan yang rusak, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten.

“Jalan nasional oleh Kementerian PUPR, jalan provinsi oleh pemerintah provinsi, jalan kabupaten atau kota dan jalan desa oleh pemerintahan kabupaten (pemkab) atau pemerintahan kota (pemkot), jalan tol oleh badan usaha jalan tol," kata Giri kepada mediakasasi.com, Kamis (6/5/2021).

Menurut dia, penyelenggara jalan wajib membenarkan jalan yang rusak serta memberikan tanda atau rambu untuk mencegah kecelakaan. Ia mengatakan, dalam UU Lalu Lintas juga mencatat bahwa penyelenggara yang tidak segera memperbaiki jalan sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dapat terkena sanksi.

Untuk kecelakaan dengan korban yang mengalami luka ringan, sanksi berupa pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 12 juta. Apabila korban mendapatkan luka berat, akan dikenakan hukuman pidana maksimal satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. Bila sampai mengakibatkan meninggal dunia, maka pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 120 juta.

Masyarakat kalau mengetahui ada jalan berlubang, bisa melaporkan. Selain jalan rusak, masyarakat juga dapat melaporkan keberadaan genangan air, kecelakaan, kemacetan, ataupun bentuk jalan rusak yang lainnya, ucap Giri. (Red-01)