foto

Ilustrasi/Net

Mediakasasi.com, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) meluncurkan program jasa layanan antar ke rumah (Jalan Ramah) untuk dokumen Kartu Identitas Anak (KIA) yang sudah dibuat secara online.

Jasa layanan tersebut bekerjasama dengan salah satu penyedia jasa ojek online dan Pos Indonesia.

Masyarakat dapat memilih untuk mengambil dokumen KIA yang sudah selesai diajukan melalui aplikasi Salaman secara pribadi atau menggunakan jasa ojek online.

Mereka yang memilih menggunakan jasa ojek online dikenakan tarif sedangkan pembuatan dokumen administrasi kependudukan gratis tanpa pungutan.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial berharap inovasi yang diluncurkan dapat semakin mempermudah dan mempercepat layanan kepada masyarakat. Sekaligus semakin mendorong agar layanan publik berjalan dengan prima.

"Memudahkan masyarakat, ini makna desentralisasi maknanya memudahkan menyederhanakan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya disela-sela peluncuran program, Selasa (6/4).

Ia melanjutkan, pihaknya juga bekerjasama dengan beberapa instansi dan lembaga untuk mempercepat dan akselerasi pembuatan kartu identitas anak (KIA).

Beberapa kerjasama dilakukan dengan perbankan dan rumah sakit.

"Perjanjian kerjasama dengan mereka dalam rangka berkolaborasi membantu disdukcapil memberikan layanan prima kepada masyarakat," katanya.

Ia menegaskan, pelayanan disdukcapil bersifat gratis sedangkan layanan jasa antar ke rumah menggunakan ojek online tergantung pilihan dari konsumen.

"Mau diambil sendiri silahkan tapi kalau diantar ojek silahkan," katanya. 

Kadisdukcapil Kota Bandung, Tatang Muhtar mengatakan pembuatan dokumen KIA secara online dapat dilakukan di aplikasi Salaman. Selanjutnya, pihaknya akan menambah fitur jasa layanan apakah dokumen tersebut akan diambil sendiri atau diantar.

"Di Salaman akan dilengkapi, jadi disana ada pilihan mau diambil sendiri di gerai yang disiapkan nanti ada fitur tambahan gojek dan kantor pos. Silahkan masyarakat bisa memilih kenapa karena biasanya dengan berbagai kesibukan bisa mendapatkan alternatif," katanya.

Ia menambahkan, program lainnya yaitu TERBANG (Terbitkan Admindukcapil Kerjasama dengan Perbankan) yaitu apabila anak akan membuat tabungan maka dia harus membuat dokumen KIA terlebih dahulu.

Termasuk kerjasama dengan rumah sakit untuk menerbitkan dokumen KIA bagi bayi yang baru lahir.

"Untuk pelayanan seiring arahan pak wali suasana covid-19 belum tahu kapan berakhir upayakan pelayanan online sebuah pilihan terutama mengurangi bahaya pandemi," katanya. (Red-01)